STRESS
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun
mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan
stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan
mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik
maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di
akibatkan karena stress, disebut strain.
PENGERTIAN STRESS MENURUT PARA AHLI
A. Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan
sebagai:
1. Stimulus,
yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress
atau disebut juga dengan stressor.
2. Respon,
yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena
adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat
secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah
tersinggung.
· 3. Proses,
yaitu stress digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif
dapat mempengaruhi dampak stress melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun
afeksi.
Jadi,
stress dapat mempengaruhi fisik, psikis mental dan emosi. Tetapi, stress dapat mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung
bagaimana kuatnya individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu
tersebut mempersepsikan stress yang sedang dihadapinya.
B. Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi
emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat
mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.
C. Menurut Hans
Selya Stress terbagi dalam 3 tingkatan:
1. Eustress adalah respon
stress ringan yang menimbukan rasa bahagia, senang, menantang dan menggairahkan
Dalam hal ini tekanan yang terjadi bersifat positif, misalnya lulus dari ujian,
atau kondisi menghadapi suatu perkawinan.
2. Disstress merupakan respon stress
yang buruk dan menyakitkan sehingga tak mampu lagi diatasi
3. Optimal stress atau Neustress adalah
stress yang berbeda antara eustres dan distress, merupakan respon stress yang
menekan namun masih seimbang untuk menghadapi masalah dan memacu untuk lebih
bergairah, berprestasi, meningkatkan produktifitas kerja dan berani bersaing.
Jadi dapat disimpulkan bahwa definisi stress adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.
Penyebab Stress
Menurut Maramis (1999), ada empat sumber atau penyebab stress Psikologis, yaitu :
a. Frustasi
Timbul akibat kegagalan dalam mencapai tujuan karena ada aral melintang. Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, kegoncangan ekonomi, pengangguran, perselingkuhan, dan lain-lain).
b. Konflik
Timbul karena tidak bisa memilih antara dua atau lebih macam-macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan. Bentuknya approach-approach conflict, approach-avoidance conflict, avoidance -avoidance conflict.
c. Tekanan
Timbul sebagai akibat tekanan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu.
d. Krisis
Krisis yaitu keadaan yang mendadak, yang menimbulkan stress pada individu, misalnya kematian orang yang disayangi, kecelakaan dan penyakit yang harus segera operasi. Keadaan stress dapat terjadi beberapa sebab sekaligus, misalnya frustasi, konflik dan tekanan.
Reaksi Psikologis terhadap Stres
· Anxiety ( kecemasan )
Merupakan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan munculnya khawatir, ketegangan / tertekan , ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi dan ketakutan yang mana tanda – tanda ini dialami dalam derajat yang berbeda –beda pada masing – masing individu.
· Anger and Aggression ( kemarahan dan agresi)
Merupakan reaksi psikologis berupa kemarahan yang mengarah pada perilaku agresi ( baik berupa tindakan fisik atau verbal ) ketika individu mengalami frustasi. Perilaku agresi ditunjukan langsung pada sumber stress ( direct aggression ) atau dengan menyerang orang yang tidak bersalah dan objek – objek yang ada disekitarnya menjadi tempat pelampiasan kemarahan.
· Apathy and Depression ( ketidakberdayaan dan depresi )
Merupakan reaksi psikologis berupa menarik diri dan merasa tidak berdaya menghadapi peristiwa – peristiwa yang tidak terkontrol.
· Cognitive Impairment ( penurunan fungsi kognitif)
Merupakan reaksi psikologis akibat stress yang ditandai dengan sulit berkonsentrasi, sulit untuk berpikir secara logis dan pemikiran yang mudah teralihkan dalam melakukan tugas – tugas atau masalah yang kompleks.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Penilaian terhadap Stress
Penilaian individu terhadap sesuatu yang dianggap stress dipengaruhi oleh dua faktor :
1) . Faktor Individu : meliputi itelektual , motivasi dan kepribadian
2) . Faktor Situasi : meliuputi besar kecilnya tuntutan keadaan yang dilihat stress.
Tiga tahapan dalam Stres
Ada tiga tahapan dalam stress menurut GAS ( General Adaption Syndrome ) yaitu :
1) . Alarm Reaction
Merupakan respon terhadap kondisi stress yang muncul secara fisik terjadi perubahan pada tubuh contohnya seperti tegang , cemas dan lain – lain.
2) . Resistance
Kondisi dimana tubuh berhasil melakukan adaptasi terhadin stress
3) . Exhaustion
Kondisi jika stress berkelanjutan sehingga individu menjadi rapuh . secara fisiologis mungkin terjadi halusinasi, dulusi.
Cara Menghilangkan Stres
Setiap orang menghadapi tekanan yang berbeda dan tantangan dalam hidup. Stres adalah fakta umum kehidupan dan semua orang merasakan stres dalam perjalanan hidupnya. Tapi tingkat stres yang tinggi dapat menjadi sangat berbahaya.Ini mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Terlalu banyak stres membuat Anda tidak bisa berpikir dengan benar, sehingga efisiensi dan produktivitas menurun dan mengganggu keseimbangan emosional.
Musik sebagai terapi
mendengarkan musik favorit Anda atau memainkan gitar atau piano ketika Anda merasa stres sangatlah baik untuk dicoba.Bersyukur
Terima keadaan dan bersyukur terhadap apa yang Anda miliki sekarang, banyak orang seringkali merasa stress dan depresi karena mengharapkan suatu impian yang terlalu tinggi dan jauh dari kenyataan. Ini bukan berarti Anda tidak memiliki ambisi, tapi dalam merencanakan sesuatu bersifatlah lebih realistis.Tertawa
Dikatakan bahwa tertawa adalah obat yang baik. Jika Anda memiliki rasa humor yang baik, Anda kurang rentan terhadap stres, depresi dan kecemasan. Jika Anda menghadapi beberapa fase sulit dalam hidup, jangan kehilangan senyum di wajah Anda dan hadapilah sebagai seorang pejuang yang tidak pernah mengutuk takdir.Mengidentifikasi sumber stres
Pertama-tama, cobalah untuk mencari tahu apa yang paling membuat anda merasa tertekan. Kadang-kadang sumber-sumber luar seperti lingkungan kerja, beban pikiran terlalu banyak atau masalah pasangan dan keluarga yang jadi sebab utamaatau jangan-jangan sumbernya pikiran Anda sendiri, kekhawatiran, emosi tidak stabil bisa memicu kondiisi stres
Menganalisis jadwal waktu Anda
Jika Anda merasa terbebani dengan banyak tanggung jawab, cobalah untuk menganalisa, mengatur dan memprioritaskan tugas-tugas Anda dengan membuat daftar yang harus dilakukan dan menyoroti tugas-tugas yang paling penting dan harus segera dilakukan.Kemudian, membagi slot waktu sesuai dengan prioritas tugas. Jika beberapa tugas terlalu besar untuk dilakukan pada satu waktu, bagilah tugas dalam kelompok-kelompok kecil. Jangan membebani diri sendiri dan coba untuk menemukan waktu untuk bersantai sejenak. banyak yang bilang bahwa manajemen waktu adalah kunci keberhasilan dan jika Anda mengatur waktu dengan baik, maka Anda merasa lebih fokus dan energik dan stres akan jauh dari anda.
Jangan menekan pikiran dan emosi
Bila perilaku seseorang yang mengganggu membuat Anda stres. Berbicara sopan dengannya dan ceritakan tentang hal itu. Kuasailah pikiran dan emosi, jangan sampai amarah membuat keadaan menjadi tanbah rumit.Berikan waktu untuk diri sendiri
Cobalah untuk bersantai . Menghabiskan beberapa waktu dengan keluarga Anda, membaca buku atau menonton film favorit, bermain olahraga favorit tiap sore atau menikmati keindahan alam bersama teman , akan benar-benar menenangkan pikiran Anda dan melepaskan semua ketegangan dan pikiran stres.Bergaul dengan orang-orang positif
Menghabiskan beberapa waktu dengan orang-orang positif, setidaknya memperkuat mental anda untuk bertahan menghadapi stres. sangat dianjurkan bagi anda bertukar pikiran dan membagi keluh kesah pada orang yang selalu bersikap positif.Pola makan yang sehat dan seimbang
Faktanya ketika orang-orang dilanda stres, mereka mulai lebih sering makan junk food, meningkatkan asupan teh atau kopi. Semua ini justru menyebabkan kondisi traumatik yang parah. Seseorang harus selalu memiliki menu harian yang sehat dan seimbang lengkap dengan komponen nutrisi yang cukup. makanan organik dan termasuk sayuran berdaun hijau maupun buah-buahan memiliki anti-oksidan dan vitamin C membantu menurunkan hormon stres .Hindari alkohol, merokok, teh, kopi dan minuman ringan. tambah Meningkatkan asupan karbohidrat seperti gandum, beras merah atau gandum utuh karena mereka membantu dalam merangsang pelepasan bahan kimia serotonin yang membantu menenangkan pikiran.
Tetap aktif dan berolahraga setidaknya 30 menit sehari
Ketika kita berolahraga, paru-paru mengembang dan mendapatkan banyak oksigen yang meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh kita dan membantu dalam mengurangi tingkat stres. Olahraga juga membantu untuk membiasakan tidur teratur. Hal ini meningkatkan endorfin bahan kimia otak yang membuat anda merasa tenang dan juga melemaskan otot-otot Anda. Anda dapat melakukan latihan ringan seperti berjalan, berenang atau aerobik untuk mengalahkan stres.Cukup tidur
Tidur selama minimal 6 sampai 8 jam setiap hari karena meremajakan tubuh kita dan membuatnya siap untuk hari berikutnya. Jika kita tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh kita tetap lelah, tidak memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi dan bekerja dengan baik yang selanjutnya mengarah ke stres.Hindari sikap anti-sosial
Jangan mengurung diri dan tenggelam dalam kesendirian atau masalah yang pada akhirnya menyebabkan stress berkepanjangan. Bergaul lah dengan orang lain, pergi ke mall bersama teman, dan berbincang dengan teman sekantor Anda (atau bergosip).Cinta dan kasih sayang
Luangkan waktu berkualitas dengan orang-orang yang Anda sayangi seperti anggota keluarga, sahabat dan pasangan. Berkomunikasilah dengan mereka setiap harinya meskipun hanya dalam waktu yang singkat karena dapat membuat perasaan menjadi senang & tentram.
Referensi:
http://anugrahutami.blogspot.co.id/2013/04/tugas-kesehatan-mental-2-stress.html
http://aliciacitralyana.blogspot.co.id/2013/06/kesehatan-menta-gangguan-stres.html
http://inibeli.blogspot.co.id/2015/09/cara-menghilangkan-stres-menurut-islam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar