Senin, 11 April 2016

HUBUNGAN INTERPERSONAL KESEHATAN MENTAL

HUBUNGAN INTERPERSONAL

            Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
           
A.    MODEL-MODEL HUBUNGAN ITERPERSONAL

Ada 4 model hubungan interpersonal yaitu meliputi :
1.      Model pertukaran sosial (social exchange model)
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).

2.      Model peranan (role model)
Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.

3.      Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
• Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
• Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan). Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).

4.      Model Interaksional (interacsional model)
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem . Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.

B.     Memulai hubungan                                                                                                                    Adapun tahap-tahap dalam hubungan interpersonal yakni meliputi :

1.   Pembentukan.
Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.

Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:
a.       informasi demografis
b.      sikap dan pendapat (tentang orang atau objek).
c.       rencana yang akan datang.
d.       kepribadian.
e.       perilaku pada masa lalu.
f.       orang lain serta,
g.      hobi dan minat.

2.    Peneguhan Hubungan.
Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:
A. Keakraban (pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan komunikator).
B  Kontrol (kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan  siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut).      C. Respon yang tepat (feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat).
D. Nada emosional yang tepat (keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung).

C. Intimasi dan hubungan pribadi

Pendapat beberapa ahli mengenai intimasi, di antara lain yaitu :
a)      Shadily dan Echols (1990) mengartikan intimasi sebagai kelekatan yang kuat yang didasarkan oleh saling percaya dan kekeluargaan.
b)      Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain.
c)       Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
d)      Levinger & Snoek (Brernstein dkk, 1988) merupakan suatu bentuk hubungan yang berkembang dari suatu hubungan yang bersifat timbal balik antara dua individu. Keduanya saling berbagi pengalaman dan informasi, bukan saja pada hal-hal yang berkaitan dengan fakta-fakta umum yang terjadi di sekeliling mereka, tetapi lebih bersifat pribadi seperti berbagi pengalaman hidup, keyakinan-keyakinan, pilihan-pilihan, tujuan dan filosofi dalam hidup. Pada tahap ini akan terbentuk perasaan atau keinginan untuk menyayangi, memperdulikan, dan merasa bertangung jawab terhadap hal-hal tertentu yang terjadi pada orang yang dekat dengannya.
e)      Atwater (1983) mengemukakan bahwa intimasi mengarah pada suatu
hubungan yang bersifat informal, hubungan kehangatan antara dua orang yang
diakibatkan oleh persatuan yang lama. Intimasi mengarah pada keterbukaan
pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang
terdalam. Intimasi semacam ini membutuhkan komunikasi yang penuh makna
untuk mengetahui dengan pasti apa yang dibagi bersama dan memperkuat ikatan
yang telah terjalin. Hal tersebut dapat terwujud melalui saling berbagi dan
membuka diri, saling menerima dan menghormati, serta kemampuan untuk
merespon kebutuhan orang lain (Harvey dan Omarzu dalam Papalia dkk, 2001).

Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

Komunikasi yang selalu terjaga, kepercayaan, kejujuran dan saling terbuka pun menjadi modal yang cukup untuk membina hubungan yang harmonis. Maka jangan kaget apabila komunikasi kita dengan pasangan tidak berjalan dengan mulus atau selalu terjaga bisa jadi hubungan kita akan terancam bubar atau hancur. Tentu saja itu akan menyakitkan hati kita dan setiap pasangan di dunia ini pun tidak pernah menginginkan hal berikut.

D. Intimasi dan pertumbuhan

Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita. Hal ini dapat disebabkan karena :
(1) kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
(2) kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
(3) kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
(4) kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
(5) kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus .

Referensi:
       http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/11/hubinterpersonal.pdf

Definisi stress, faktor penyebab dan cara penanggulangan stress menurut ilmu psikologi


STRESS



Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Pada dasarnya, stress adalah sebuah bentuk ketegangan, baik fisik maupun mental. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress, disebut strain.

PENGERTIAN STRESS MENURUT PARA AHLI

A.   Lazarus (1984) menjelaskan bahwa stress juga dapat diartikan sebagai:
1.   Stimulus, yaitu stress merupakan kondisi atau kejadian tertentu yang menimbulkan stress atau disebut juga dengan stressor. 
2.   Respon, yaitu stress merupakan suatu respon atau reaksi individu yang muncul karena adanya situasi tertentu yang menimbulkan stress. Respon yang muncul dapat secara psikologis, seperti: takut, cemas, sulit berkonsentrasi dan mudah tersinggung.
·          3.   Proses, yaitu stress digambarkan sebagai suatu proses dimana individu secara aktif dapat  mempengaruhi dampak stress melalui strategi tingkah laku, kognisi maupun afeksi.
Jadi, stress dapat mempengaruhi fisik, psikis mental dan emosi. Tetapi, stress dapat  mempunyai dua efek yang berbeda, bisa negatif ataupun positit, tergantung bagaimana kuatnya  individu tersebut menghadapi stress atau bagaimana individu tersebut mempersepsikan stress  yang sedang dihadapinya.
B.  Handoko (1997), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya.

C.        Menurut Hans Selya Stress terbagi dalam 3 tingkatan:
1.    Eustress adalah  respon stress ringan yang menimbukan rasa bahagia, senang, menantang dan menggairahkan Dalam hal ini tekanan yang terjadi bersifat positif, misalnya lulus dari ujian, atau kondisi menghadapi suatu perkawinan.
2.   Disstress  merupakan respon stress yang buruk   dan menyakitkan sehingga tak mampu lagi diatasi
3.  Optimal stress atau Neustress adalah stress yang berbeda antara eustres dan distress, merupakan respon stress yang menekan namun masih seimbang untuk menghadapi masalah dan memacu untuk lebih bergairah, berprestasi, meningkatkan produktifitas kerja dan berani bersaing.

Jadi dapat disimpulkan bahwa definisi stress adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental.

Penyebab Stress
Menurut Maramis (1999), ada empat sumber atau penyebab stress Psikologis, yaitu :
a.    Frustasi
Timbul akibat kegagalan dalam mencapai tujuan karena ada aral melintang. Frustasi ada yang bersifat intrinsik (cacat badan dan kegagalan usaha) dan ekstrinsik (kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, kegoncangan ekonomi, pengangguran, perselingkuhan, dan lain-lain).
b.   Konflik
Timbul karena tidak bisa memilih antara dua atau lebih macam-macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan. Bentuknya approach-approach conflict, approach-avoidance conflict, avoidance -avoidance conflict.
c.    Tekanan
Timbul sebagai akibat tekanan hidup sehari-hari. Tekanan dapat berasal dari dalam diri individu.
d.   Krisis
Krisis yaitu keadaan yang mendadak, yang menimbulkan stress pada individu, misalnya kematian orang yang disayangi, kecelakaan dan penyakit yang harus segera operasi. Keadaan stress dapat terjadi beberapa sebab sekaligus, misalnya frustasi, konflik dan tekanan.

Reaksi Psikologis terhadap Stres
·       Anxiety ( kecemasan )
Merupakan emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan munculnya khawatir, ketegangan / tertekan , ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi dan ketakutan yang mana tanda – tanda ini dialami dalam derajat yang berbeda –beda pada masing – masing individu.
·       Anger and Aggression ( kemarahan dan agresi)
Merupakan reaksi psikologis berupa kemarahan yang mengarah pada perilaku agresi ( baik berupa tindakan fisik atau verbal ) ketika individu mengalami frustasi. Perilaku agresi ditunjukan langsung pada sumber stress ( direct aggression ) atau dengan menyerang orang yang tidak bersalah dan objek – objek yang ada disekitarnya menjadi tempat pelampiasan kemarahan.
·       Apathy and Depression ( ketidakberdayaan dan depresi )
Merupakan reaksi psikologis berupa menarik diri dan merasa tidak berdaya menghadapi peristiwa – peristiwa yang tidak terkontrol.
·       Cognitive Impairment ( penurunan fungsi kognitif)
Merupakan reaksi psikologis akibat stress yang ditandai dengan sulit berkonsentrasi, sulit untuk berpikir secara logis dan pemikiran yang mudah teralihkan dalam melakukan tugas – tugas atau masalah yang kompleks.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Penilaian terhadap Stress
Penilaian individu terhadap sesuatu yang dianggap stress dipengaruhi oleh dua faktor :
1)  . Faktor Individu : meliputi itelektual , motivasi dan kepribadian
2)  . Faktor Situasi : meliuputi besar kecilnya tuntutan keadaan yang dilihat stress.
 Tiga tahapan dalam Stres
Ada tiga tahapan dalam stress menurut GAS ( General Adaption Syndrome ) yaitu :
1)    Alarm Reaction
Merupakan respon terhadap kondisi stress yang muncul secara fisik terjadi perubahan pada tubuh  contohnya seperti tegang , cemas dan lain – lain.

2)    . Resistance
Kondisi dimana tubuh berhasil melakukan adaptasi terhadin stress
3)    Exhaustion
Kondisi jika stress berkelanjutan sehingga individu menjadi rapuh . secara fisiologis mungkin terjadi halusinasi, dulusi.

Cara Menghilangkan Stres

Setiap orang menghadapi tekanan yang berbeda dan tantangan dalam hidup. Stres adalah fakta umum kehidupan dan semua orang merasakan stres dalam perjalanan hidupnya. Tapi tingkat stres yang tinggi dapat menjadi sangat berbahaya.

Ini mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental. Terlalu banyak stres membuat Anda tidak bisa berpikir dengan benar, sehingga efisiensi dan produktivitas menurun dan mengganggu keseimbangan emosional.


Musik sebagai terapi

mendengarkan musik favorit Anda atau memainkan gitar atau piano ketika Anda merasa stres sangatlah baik untuk dicoba.

Bersyukur

Terima keadaan dan bersyukur terhadap apa yang Anda miliki sekarang, banyak orang seringkali merasa stress dan depresi karena mengharapkan suatu impian yang terlalu tinggi dan jauh dari kenyataan. Ini bukan berarti Anda tidak memiliki ambisi, tapi dalam merencanakan sesuatu bersifatlah lebih realistis.


Tertawa

Dikatakan bahwa tertawa adalah obat yang baik. Jika Anda memiliki rasa humor yang baik, Anda kurang rentan terhadap stres, depresi dan kecemasan. Jika Anda menghadapi beberapa fase sulit dalam hidup, jangan kehilangan senyum di wajah Anda dan hadapilah sebagai seorang pejuang yang tidak pernah mengutuk takdir.


Mengidentifikasi sumber stres

Pertama-tama, cobalah untuk mencari tahu apa yang paling membuat anda merasa tertekan. Kadang-kadang sumber-sumber luar seperti lingkungan kerja, beban pikiran terlalu banyak atau masalah pasangan dan keluarga yang jadi sebab utama
atau jangan-jangan sumbernya pikiran Anda sendiri, kekhawatiran, emosi tidak stabil bisa memicu kondiisi stres

Menganalisis jadwal waktu Anda

Jika Anda merasa terbebani dengan banyak tanggung jawab, cobalah untuk menganalisa, mengatur dan memprioritaskan tugas-tugas Anda dengan membuat daftar yang harus dilakukan dan menyoroti tugas-tugas yang paling penting dan harus segera dilakukan.

Kemudian, membagi slot waktu sesuai dengan prioritas tugas. Jika beberapa tugas terlalu besar untuk dilakukan pada satu waktu, bagilah tugas dalam kelompok-kelompok kecil. Jangan membebani diri sendiri dan coba untuk menemukan waktu untuk bersantai sejenak. banyak yang bilang bahwa manajemen waktu adalah kunci keberhasilan dan jika Anda mengatur waktu dengan baik, maka Anda merasa lebih fokus dan energik dan stres akan jauh dari anda.


Jangan menekan pikiran dan emosi

Bila perilaku seseorang yang mengganggu membuat Anda stres. Berbicara sopan dengannya dan ceritakan tentang hal itu. Kuasailah pikiran dan emosi, jangan sampai amarah membuat keadaan menjadi tanbah rumit.


Berikan waktu untuk diri sendiri

Cobalah untuk bersantai . Menghabiskan beberapa waktu dengan keluarga  Anda, membaca buku atau menonton film favorit,  bermain olahraga favorit tiap sore atau menikmati keindahan alam bersama teman , akan  benar-benar menenangkan pikiran Anda dan melepaskan semua ketegangan dan pikiran stres.


Bergaul dengan orang-orang positif

Menghabiskan beberapa waktu dengan orang-orang positif, setidaknya memperkuat mental anda untuk bertahan menghadapi stres. sangat dianjurkan bagi anda bertukar pikiran dan membagi keluh kesah pada orang yang selalu bersikap positif.


Pola makan yang sehat dan seimbang

Faktanya ketika orang-orang dilanda stres, mereka mulai lebih sering makan junk food,  meningkatkan asupan teh atau kopi. Semua ini justru menyebabkan kondisi traumatik yang parah. Seseorang harus selalu memiliki menu harian yang sehat dan seimbang lengkap dengan  komponen nutrisi yang cukup. makanan organik dan termasuk sayuran berdaun hijau maupun buah-buahan memiliki anti-oksidan dan vitamin C  membantu menurunkan hormon stres .

Hindari alkohol, merokok, teh, kopi dan minuman ringan. tambah Meningkatkan asupan karbohidrat seperti gandum, beras merah atau gandum utuh karena mereka membantu dalam merangsang pelepasan bahan kimia serotonin yang membantu menenangkan pikiran.

Tetap aktif dan berolahraga setidaknya 30 menit sehari

Ketika kita berolahraga, paru-paru mengembang dan mendapatkan banyak oksigen yang meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh kita dan membantu dalam mengurangi tingkat stres. Olahraga juga membantu untuk membiasakan tidur teratur. Hal ini meningkatkan endorfin bahan kimia otak yang membuat anda merasa tenang dan juga melemaskan otot-otot Anda. Anda dapat melakukan latihan ringan seperti berjalan, berenang atau aerobik untuk mengalahkan stres.


Cukup tidur

Tidur selama minimal 6 sampai 8 jam setiap hari karena meremajakan tubuh kita dan membuatnya siap untuk hari berikutnya. Jika kita tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh kita tetap lelah, tidak memiliki energi yang cukup untuk berkonsentrasi dan bekerja dengan baik yang selanjutnya mengarah ke stres.

Hindari sikap anti-sosial

Jangan mengurung diri dan tenggelam dalam kesendirian atau masalah yang pada akhirnya menyebabkan stress berkepanjangan. Bergaul lah dengan orang lain, pergi ke mall bersama teman, dan berbincang dengan teman sekantor Anda (atau bergosip).


Cinta dan kasih sayang

Luangkan waktu berkualitas dengan orang-orang yang Anda sayangi seperti anggota keluarga, sahabat dan pasangan. Berkomunikasilah dengan mereka setiap harinya meskipun hanya dalam waktu yang singkat karena dapat membuat perasaan menjadi senang & tentram.
Referensi:
     http://anugrahutami.blogspot.co.id/2013/04/tugas-kesehatan-mental-2-stress.html
http://aliciacitralyana.blogspot.co.id/2013/06/kesehatan-menta-gangguan-stres.html
http://inibeli.blogspot.co.id/2015/09/cara-menghilangkan-stres-menurut-islam.html